Tanya pembaca: Download Buku Siapa Menabur Angin Akan Menuai Badai?

Siapa yang menabur angin akan menuai badai?

Siapa yang menabur angin, akan menuai badai: artinya dia yang berbuat, dia pula yang terkena akibat. Hukum tabur-tuai. Juga merupakan judul sebuah buku yang ditulis oleh Soegiarso Soeroyo pada tahun 1988.

Siapa yang menabur benih?

Peribahasa di atas secara harfiah berarti memanen buah pekerjaan/tindakan. Secara luas peribahasa ini ingin mengajarkan tentang orang yang menuai dari buah tindakannya sendiri.

Barang siapa menabur dia akan menuai dalam Alkitab?

“Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana” (Amsal 22:8a). Atau di dalam Perjanjian Baru, Galatia 6:7 “Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Kata Kata siapa yg menabur dan menuai?

Siapa yang menabur angin, dia akan menuai badai. Siapa yang menanam, dia bakal memanen hasilnya.

Siapa menanam akan memetik hasilnya?

Barang siapa menanam perbuatan baik, maka yang akan di dapatkan adalah kebaikan pula. Sedangkan apabila yang ditanam adalah keburukan, maka yang di dapat keburukan pula. Sebuah adagium arab mengingatkan kita akan hal ini, yang bunyinya kurang lebih: “Barang Siapa menanam maka akan menuai/ memetik.”

You might be interested:  Pertanyaan: Contoh Buku Diary Yang Unik?

Apa yang kau tanam itu yang kau tuai dalam Islam?

“” Jangan kau berharap pohon akan berbuah baik jika benihnya engkau lempar begitu saja. Sesungguhnya benih yang dipilih dari yang terbaik dan ditanam, kelak akan menjadi pohon yang berbuah sempurna.”

Siapa yang menanam akan menuai siapa yang berbuat baik akan dibalas dengan perbuatan baik?

Siapa yang berbuat baik akan dibalas dengan perbuatan baik. Begitu juga sebaliknya. Orang yang menanam keburukan akan menuai hasil keburukannya sendiri.

Apa yang kamu tabur itu yang kamu tuai in English?

As you sow, so shall you reap. (Yang kamu tabur adalah apa yang kamu tuai.)

Apa yang kita tabur itu yang kita tuai artinya?

Pengertian dari Hukum Tabur Tuai yaitu bahwa segala sesuatu yang kita lakukan mempunyai akibat (sebab- akibat). Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Contoh dari Hukum Tabur Tuai yaitu: Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana (lih.

Siapa menabur kebaikan akan menuai kebaikan?

Seperti kata firman Tuhan, apa yang kita tabur hari ini akan kita tuai nanti. Jika kita menabur kebaikan dan menjauhi segala bentuk kejahatan yang merugikan orang lain terlebih-lebih merugikan diri sendiri. Jika hari ini kita menabur kebaikan, percayalah kepada Tuhan bahwa suatu saat kita akan menuai kebaikan juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *