Resolusi 2018 Emak Jaman Now : Ngeblog

Ramai-ramai pasang revolusi di tahun baru,  padahal sudah jamak kalau resolusi itu sekedar mimpi utopis.  Maklum dari sekian daftar resolusi yang ditulis , biasanya berakhir dengan nihil.

Apakah resolusi tahun 2018 ? 

Ok,  meski saya sudah niat ga mau ada resolusi,  tetapi setidaknya ada satu hal yang ingin saya niatkan dilakukan dengan rutin plus secara istiqomah. NGEBLOG.  Ya itulah.

Kenapa Ngeblog?  

Menulis buat saya adalah sebuah kebutuhan.  Selalu saja ada pikiran liar di kepala yang muter-muter ga jelas. Jadi lebih enak kalau dituangkan.  Sedikit kilas balik,  saya sudah ngeblog sekitar 8 tahunan, tapi ya gitu deh, nggak aktif. On off melulu. Isi blog dulu seputar perkembangan anak-anak saat masih balita.  Maklum dulu masih jadi mahmud, pengennya mendokumentasikan setiap perkembangan anak.  Eh anak sudah gede,  kemudian beralih ke traveling dan belakangan banyakan adalah review buku dan film.

Pernah saking niatnya, sengaja sewa hosting dan beli domain, biar terpacu aktif nulis. Design juga dibuatkan khusus dengan  sewa jasa webdesigner.  Persoalannya adalah ketergantungan pada webdeloper dan payahnya kalau kurang responsif. Tiap muncul bug atau blog mendadak ga bisa diakses,  respon webdevelopernya lambat banget.  Semangat menggebu untuk menulis keburu sirna. Topik yang mau ditulis sudah ambyar, out of date.

Akhirnya sekitar Juli 2017 saya bertekad membuat blog lagi,  kali ini mesti belajar sendiri.  Lagian pakai bayar jasa webdevelooer segala, sayang duitnya.

So tadaa,  inilah hasilnya dan bagaimana suka dukanya ngeblog.

  1. Sewa Hosting,  Beli Domain,  Pilih Platform.

 Itulah basic dasar ngeblog jika ingin niat.

Beli Domain.  

Biar keinget dan nyambung dengan semua akun social media,  saya pilih www.sundarimardjuki.com. (sst. Sebelumnya saya punya beberapa domain,  ujungnya malas update, jadi paling asyik pakai nama sendiri, sekalian menyalurkan kebutuhan narsisme he he he).

Sewa Hosting 

Ada beberapa jasa. Browsing saja pilih sesuai kebutuhan.

Pilih Platform

Saya browsing dulu plus minusnya.  Sempat kepikir  pakai blogspot,  juga Wix,  tapi dengan segala pertimbangan pilihan jatuh pada WordPress (WP).

Banyak yang bilang pakai WP gampiiil (saking gampangnya),  tinggal ceplak ceplok aja.  Kenyataannya,  saya yang gaptek,  mesti rajin ngintip tutorial di YT. Pernah karena salah otak atik,  dashboard berantakan. Hadeuh mau nangis deh.  Hal seperti naruh page aja ga ada clue,  yang ada uring uringan sendiri.  Sempat sebulan blognya ditinggal gitu aja,  kosong melompong.

Tapi balik lagi,  karena masih penasaran,  coba lagi otak atik.  Dan voila,  perlahan blog saya mulai terbentuk.

Beberapa waktu lalu saya sempet ditanya teman,  bagaimana cara membuat blog.  Jawaban saya simple.  BERGURULAH YANG RAJIN PADA YOUTUBE  :}

  1. Menentukan Isi Tulisan

Ada berapa orang yang sudah menentukan isi blognya yang niche. Misal hobinya masak, ya isinya seputar resep masakan. Yang traveling, dibahas pasti seputar destinasi wisata. Jadi inget Julie dalam film Julie & Julia, dimana resolusi di awal tahun adalah ngeblog selama 365 hari dengan mencoba 524 aneka resep dari penulis buku masak terkenal, Julia Child.

Kalau blog saya sih isinya gado-gado, lebih banyak isinya review film. Belum banyak sih he he, maklum isinya masih dikit. Yang artinya harus lebih aktif nulis lagi. Btw, saya ngeblog ini sembari pelan-pelan langsung mempraktekkan teknik SEO Writing. Menarik sih, banyak tantangannya untuk belajar.

  1. Menjaga Konsistensi

Jaroldeen Edwards, penulis buku The Daffodill Principle menuliskan sebagai berikut :

“One bulb at a time. There was no other way to do it. No shortcuts–simply loving the slow process of planting. Loving the work as it unfolded. Loving an achievement that grew slowly and bloomed for only three weeks each year.” 

Bersikap konsisten itu memang tidak mudah. Butuh ketekunan. Semangat ngeblog di awal, macam hangat-hangat tahi ayam, setelahnya wuzz…. ngilang saja tanpa bekas. Meninggalkan blog seperti kuburan. Makanya perlu semangat untuk menulis dan terus menulis, sembari menikmati setiap prosesnya. Ada kalanya saat nulis dilanda kebosanan, ini nulis buat apa sih, emang ada yang baca ? Pikiran seperti ini yang kadang meruntuhkan iman.

Seorang teman baik, tempat saya selalu bertanya ini itu seputar dunia perblog-an, dan jadi juru penyelamat kalau blog saya kenapa-kenapa, selalu memberikan semangat. Pas dia lihat trafficnya, dengan santai dia bilang, “Sudah bagus kok. Tinggal dikencengin saja nulisnya.”

Kencengin nulisnya ? Hmm baiklah… itulah resolusi tahun 2018 ini. Kita lihat ya di akhir tahun 2018, berapa banyak tulisan yang bisa dituangkan di blog ini. Doakan ya kawan, semoga saya bisa konsisten.

 

*sumber foto : pixabay

Share this :

6 comments

  1. Waaah berarti ngeblognya lebih lama dari aku ya? Aku dulu juga dibantu adik trus lama2 kesel karena pernah 2x down kena bug & dia lagi banyak kerjaan. Jadi aku belajar sendiri dg platform termudah meskipun jadinya nggak bisa sebagus blog teman2 tapi yg penting aku bisa nulis aja tanpa was2 :))

    1. Halo Mbak Lusi,

      Iya sudah lama tapi ga aktif. Enak kalau belajar buat blog sensiri yah, lebih puas.

      Makasih sudah mampir.

    1. Salam kenal kembali mbak Glentina.
      Makasih sudah mampir ke blog saya. Toss dong kalau resolusinya sama.

      Mari semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *