TERGODA MENCICIPI SATE KLATAK

Siapa yang sudah mencicipi Sate Klatak ? Belum afdol rasanya kalau ke Jogjakarta belum mencicipi Sate Klatak. Kuliner ini namanya moncer gara-gara film Ada Apa Dengan Cinta (AADC2). Sate ini dipilih dari kambing muda, yang dipotong bentuk dadu ukuran lebih besar dari  sate biasa, dibumbui minimalis hanya garam tabur dan merica. Yang menarik adalah tusukannya bukan dari bambu, melainkan dari jeruji roda sepeda. Jadi kalau dibakar berbunyi klatak-klatak. Seru yang kedengarannya.

Ini dia Sate Klatak terenak di Jogjakarta yang layak dicoba para pecinta kuliner 

Sate Klatak yang terkenal dan paling direkomendasikan adalah Sate Klatak Pak Pong, yang berlokasi di Jalan Imogiri Timur Km. 10,  Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbeda dengan sate klatak di tempat lain,  sate di sini istimewa. Potongan dagingnya royal, empuk, dan tidak bau kambing. Tempatnya luas, terhampar di samping dan depan kios. Ada jejeran meja biasa, ada yang versi lesehan. Dari obrolan dengan mas kasir,  dalam sehari rata-rata Sate Pak Pong ini menyediakan 18 ekor kambing, umur 8 bulan. Kalau di masa liburan lebaran misalnya, mereka bisa menyediakan hingga 30 ekor kambing. Waw… kebayang ga ramainya. Karena saking terkenalnya, orang mengira bahwa ini lokasi syuting AADC2, padahal lokasi syuting ada di Sate Klatak Pak Bahril, yang terletak di Pasar Bantul.

Minggu malam, sekitar jam 10 saya datang bersama keponakan.  Di luar perkiraan, ternyata pengunjung masih ramai. Kami pesan sate, gulai dan tongseng. Perlu kesabaran ektra karena pesanan datang 40 menit kemudian. Sampai tidur dulu gara-gara nunggu lama ha ha ha.

Sempat kaget dengan penyajian sate yang hanya dua tusuk, tetapi karena potongannya besar, cukup mengenyangkan, ada kuah bening yang disajikan di piring. Sayangnya untuk rasa tongseng dan gulainya kurang nendang. Cenderung manis dan minim bumbu rempah. Pokoknya kalau ke Pak Pong sih mending pesan sate klatak saja. Dijamin joss!

Nih Daftar Harga Sate Klatak Pak Pong

  • Sate Klatak, Gulai, Tongseng, dipatok masing-masing Rp 22.000,-
  • Nasi putih : Rp 4.000,-
  • Teh / Jeruk / Air Mineral : Rp 3.000,-
  • Krupuk : Rp 3.000,-

Bagaimana ? Cukup bersahabat di kantong kan ?

Share this :

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *