Yuk Makan Di Muara Angke

Apa yang terbayang ketika mendengar kata Pasar Ikan Muara Angke ?

Tempat di ujung utara Jakarta yang kumuh, bau amis, becek, bikin males untuk datang ke sana. Ssst, itu dulu. Pasar ikan Muara Angke kini sudah berbenah, sudah lebih rapi, jalanan diperbaiki dan parkiran kendaraan mudah. Jadi pengunjung tidak enggan untuk pergi ke sana. Dan ke Pasar Ikan Muara Angke tidak afdol tanpa belanja ikan, dimasak di warung-warung makan yang bertebaran di area depan pasar, dan menikmati kelezatannya dalam suasana santai.

Karena lebaran ini tidak mudik, saya dan keluarga memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan seputar Jakarta. Dari Depok, kami menuju Alam Sutera untuk melihat perabotan di IKEA, lanjut ke BayWalk Mall Green Bay Pluit. Puas melihat suasana mal yang sekilas membuat kita serasa berada di Singapura atau Hong Kong itu, perut yang lapar membawa kita ke pasar ikan Muara Angke yang jaraknya tidak terlalu jauh dari mal.

Saya terakhir kali ke Muara Angke sekitar 15 tahun yang lalu bareng teman-teman. Suasana  yang hiruk pikuk membuat saya berpikir dua kali untuk datang lagi. Tetapi hari ke-4 setelah lebaran, suasana berbeda. Dari gerbang pelabuhan Muara Angke, terus saja, sampai masuk ke loket, di mana untuk masuk bayar retribusi 4000 ribu rupiah. Suasana masih sepi. Terlihat beberapa orang menongkrong di warung otak-otak yang ada di pinggir jalan. Tampak beberapa orang sedang bersih-bersih dan bebenah. Rupanya di malam takbiran, daerah ini kebanjiran hingga sebetis dan sepaha. Hari ini baru orang-orang balik dan bebenah.

Warung makan yang bertebaran di daerah ini kebanyakan dimiliki oleh orang-orang Bugis. Kita bisa pesan langsung atau belanja dulu dan tinggal bayar untuk ongkos masak. Saya masuk ke beberapa warung untuk menanyakan berapa ongkos masak. Rata-rata mereka mematok harga Rp 30 ribu per kilo. Hmm lumayan mahal juga.

Akhirnya saya masuk ke dalam lagi. Ketemulah tempat makan yang lebih bersih dan terang. Iseng bertanya. Pemilik warung memberikan harga yang lebih murah. Rp 10 ribu per orang untuk setiap nasi, sambel dan lalap. Untuk ikan bakar dibandrol harga Rp 15 ribu / kilo. Untuk masakan lain di luar bakar-bakaran, dibandrol harga Rp 25 ribu / kilo. Yah ok lah. Si pemilik warung malah menawarkan  untuk belanja iklan ditemani oleh istrinya, agar tidak tertipu.

Jam 18.30 malam kami ke arah pasar ikan yang jaraknya hanya beberapa meter dari warung. Suasana belum ramai karena masih lebaran. Aroma amis dan busuk langsung menyergap. Tetapi pasar ini jauh lebih tertata dibandingkan jaman dulu saya ke sana. Ada untungnya ditemani si mbak warung, tawar menawar berlangsung tidak terlalu alot. Ikan bawal, ikan kakap putih, cumi, udang, kerang, kepiting langsung masuk ke kantong belanjaan. “Penglaris nih bang, !” kata si mbak warung. Dan kata itu lumayan ampuh. Maklum saya termasuk pembeli pertama di pasar ini. Kepiting besar yang harganya diatas 100 ribu, ditangan mbak warung hanya dihargai 70 ribu. Demikian juga dengan udang besar yang harganya Rp 100 ribu / kilo.

Sembari nunggu masakan, kami mengganjal perut dengan otak-otak seharga Rp 2000 / pcs yang rasanya ikan banget. Otak-otak sekelas ini kalau di restoran pasti harganya bisa mencapai Rp 5000 / pcs. Pengunjung warung mulai ramai. Tampak beberapa rombongan mulai datang dan si mbak mulai kewalahan melayani. Hmm untunglah kami adalah pengunjung pertama.

40 menit menunggu, datanglah pesanan kami. Ikan bakar, cumi goreng tepung, udang saos mentega, kepiting lada hitam, kerang asam manis. Kami makan dengan lahap, ditengah tatapan rasa kepengin para pengunjung lain yang masih menunggu masakan datang. he he he. Rasa masakannya bolehlah, sesuai promosi pemilik warung di awal bahwa mereka jamin soal cita rasanya.

Total belanja ikan plus ongkos masak sekitar 650 ribu, itupun masakannya masih tersisa banyak dan kami bawa pulang. Dengan perut kenyang dan kantuk menyergap, kami pun pulang. Intinya puas kita makan di sana, dan bayangan takut tertipu hilang sudah.

Buat yang mau makan di Pasar Ikan Muara Angke, ini nih tip-tips agar bisa nyaman belanja dan makan.

TIPS MEMILIIH WARUNG MAKAN:

  1. Lebih baik membeli ikan langsung dan meminta dimasakin dari pada pesan makanan langsung ke warung makan. Karena harganya jauh lebih murah.

2.Jika ogah belanja dan memilih pesan, pastikan tanya harga per masakannya. Jangan malu untuk bertanya, daripada digetok harga kemudian. (Ada lho yang pesan makan sekedarnya, tiba-tiba digetok harus bayar 1,8 juta).

  1. Jika akan meminta jasa masak, pastikan tanyakan terlebih dahulu harganya dan tentukan tempatnya. Kebersihan warung pasti menentukan.

TIPS BELANJA DI PASAR IKAN MUARA ANGKE:

  1. Minimal tahu harga pasaran ikan. Buat ibu-ibu, pasti tahu kan harga pasaran ikan / udang di pasar terdekat. Ini jadi        patokan saat menawar.
  2. Pilih lebih dahulu kondisi ikannya. Ikan segar pasti insangnya masih merah segar. Udang juga bisa dilihat secara kasat mata kesegarannya.
  3.  Jangan segan untuk menawar. Pembeli adalah raja. Dengan kita tahu patokan harga ikan, jadi modal kita untuk menawar.
  4.  Perhatikan betul saat penjual memasukkan ikan ke kantong dan menimbangnya.

(Saat makan, kami mendengar keluhan pengunjung lain yang membeli cumi 3 kilo, ternyata cuma dapatnya 1,5 kilo. Atau     ikannya ditambahi dengan ikan yang sudah tidak segar.)

Dengan tips-tips di atas, kini tidak ragu lagi buat ke pasar ikan Muara Angke dan menikmati kelezatan seafood tanpa khawatir untuk ketipu.

Selamat mencoba !

 

Share this :

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *